Senin, 08 April 2019

Container atau peti kemas

Container 20 feet memiliki spesifikasi berikut ini :

Panjang : 6,058 Meter
Tinggi    : 2,591 Meter
Lebar     : 2,438 Meter

Kapasitas Muatan 24.000kg tetapi hanya bisa mengangkut 21.800kg berat bersih muatan/payload.



Nomor container terdiri dari 4 buah huruf dan 7 buah angka. 3 huruf pertama merupakan kode dari pemilik container seperti pada gambar di bawah ini yang bertuliskan TCL yang berarti kode perusahaan milik  PT.Lintas Kumala Abadi. 1 huruf berikutnya merupakan identifikasi untuk kategori container.
Ada 3 buah kategori yang digunakan yaitu:
- U untuk all freight container
- J untuk detachable freight container
- Z untuk trailer

Kode U yang berarti Freight Container memiliki arti mode pengiriman dari gudang LCL negara asal sampai ke gudang LCL negara tujuan.

6 angka pertama merupakan serial number penanda jati diri container dari masing-masing provider.
6 nomor ini merupakan nomor yang unik. Tidak mungkin ada kesamaan. Digit angka terakhir merupakan penanda validasi dari gabungan karakter-karakter sebelumnya.

Ada aturan perhitungan untuk menentukan digit terakhir dari sebuah nomor container.
Angka-angka check digit yang ada pada setiap penomoran peti kemas dihasilkan melalui sistem penomoran otomatis oleh BIC. Tiap-tiap check digit yang tertera pada setiap Peti Kemas (Container) standar internasional tentunya akan memiliki angka check digit yang sesuai. Untuk kepentingan pengawasan, kita dapat juga menghitung secara manual kode check digit untuk membuktikan apakah nomor yang tertera pada suatu peti kemas adalah nomor yang asli (valid) atau bukan. 


Senin, 01 April 2019

PERBANDINGAN PRODUK KACANG DUA KELINCI DAN KACANG GARUDA

LATAR BELAKANG PERUSAHAAN


Sejarah Dua Kelinci dimulai dengan kisah dua pria. Hoe Sie Ak dan Lauw Bie Giok menciptakan sebuah pabrik pengepakan kacang untuk menangani panen petani lokal, dan pada tahun 1972 mencap kacang kemasan mereka Sari Gurih. Logo merek dua kelinci - Dua Kelinci - telah teruji oleh waktu untuk menjadi legenda di industri makanan Indonesia modern.

Sari Gurih tumbuh dengan cepat, mengubah namanya menjadi Dua Kelinci pada tahun 1982. Merek ini mendapatkan patennya pada tahun 1985, dan perusahaan secara resmi menjadi PT Dua Kelinci.

Saudara Ali Arifin dan Hadi Sutiono kemudian mengubah Dua Kelinci dari perusahaan pengemasan makanan sederhana menjadi pabrik pengolahan kacang tanah berteknologi tinggi yang asli Indonesia, terutama tanaman kelas satu yang ditanam di seluruh Jawa.

Hari ini, PT Dua Kelinci menikmati reputasi sebagai produsen besar produk inovatif, dari kacang rasa dan kacang-kacangan yang dilapisi tepung atau rempah-rempah, hingga berbagai macam makanan dan minuman populer lainnya.
Tonggak sejarah

1972- Bisnis pengemasan kacang dimulai oleh tim suami dan istri, Tuan Ho Sie Ak dan Ny. Lauw Bie Giok dengan merek "Sari Gurih" dengan logo dua kelinci.

1982- Nama merek diubah dari "Sari Gurih" menjadi "Dua Kelinci".

1985- PT Dua Kelinci dibentuk sebagai perusahaan terdaftar pada 15 Juli di Pati, Jawa Tengah oleh Bapak Ali Arifin dan Bapak Hadi Sutiono.

2000- Pengembangan produk dimulai, dan mesin dan peralatan produksi berteknologi tinggi diperkenalkan.

2006- Pengembangan produk gandum dan sereal baru dimulai.

2007- Mulai menerapkan standar kualitas internasional, keamanan pangan dan standar halal untuk semua produk untuk mengembangkan visi menjadi yang terbaik di bidang makanan dan minuman.

2012- “Change To Focus” adalah semangat utama kami di tahun ini. Itu ditunjukkan dengan menambahkan sumber daya manusia baru ke tim kami untuk terus melakukan perubahan yang berharga. Hal-hal yang kami ubah, tidak hanya tentang peningkatan kualitas produk kami tetapi juga kualitas layanan kami ketika kami berinteraksi dengan pasar dan konsumen dalam kehidupan nyata.



PT GARUDA FOOD


 Perusahaan Makanan dan Minuman Terkemuka di Indonesia

Perusahaan makanan dan minuman secara resmi didirikan pada tanggal 31 Agustus 1990 berdasarkan Keputusan Menteri Hukum (SK Menkeh), di bawah Tudung Group. Selain Garudafood, Tudung Group juga membawahi perusahaan agribisnis yang beroperasi di ladang minyak sawit dan kacang tanah.


PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, dikenal secara umum dengan nama Garudafood, adalah perusahaan makanan dan minuman asal Indonesia yang dimiliki oleh kelompok usaha Tudung. Selain Garudafood, Tudung Group juga menaungi SNS Group (PT Sinar Niaga Sejahtera, bergerak di bisnis distribusi dan logistik), PT Bumi Mekar Tani (BMT, fokus di bidang plantations), PT Nirmala Tirta Agung (NTA, bisnis air minum dalam kemasan bermerek Mayo), PT Dairyland Indonesia (DLI, memasarkan susu kemasan kaleng bermerek Prestine), dan Global Solusi Inti (GSI, bergerak di bidang pelayanan jasa pelatihan, seminar, event-organizer, dan konsultasi manajemen).


Perjalanan Garudafood berawal dari PT Tudung, didirikan di Pati, Jawa Tengah, pada 1958 dan bergerak di bisnis tepung tapioka.
 Pada 1979, PT Tudung berganti nama menjadi PT Tudung Putrajaya (TPJ). Pendiri perusahaan adalah mendiang Darmo Putro, mantan pejuang yang memilih menekuni dunia usaha setelah bangsa Indonesia merdeka.
Pada awal 1987, TPJ mulai menjual hasil produksi kacangnya dengan merk Kacang Garing Garuda, yang belakangan dikenal dengan sebutan ringkas: Kacang Garuda. Kacang Garuda meraih pelbagai penghargaan sbb: Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) kategori kacang bermerek enam belas kali berturut-turut (2000–2015); Superbrands (2003); Top Brand for Kids (2004–2015); Indonesian Best Brand Award (IBBA, 2004–2007); Top Brand (2007–2015).

PERBANDINGAN PRODUK KACANG DUA KELINCI DENGAN KACANG GARUDA


  • . KACANG GARUDA

           - Kemasan memiliki skrep (perekat)
           - Kemasan terlihat lebih licin
           -Harga lebih murah dari kacang dua kelinci
           -Kacang lebih teratur ketika dibuka
           

  •  KACANG DUA KELINCI
            -Kemasan tidak memiliki skrep (perekat)
            -Kemasan mudah rusak
            -Harga lebih mahal dari kacang garuda
            -Kacang mudah hancur ketika dibuka 

Dari dua produk diatas lebih dahulu muncul kacang dua kelinci di indonesia yaitu pada tahun 1972 sedangkan kacang garuda muncul di indonesia pada tahun 1990.

Sekian Latar belakang sejarah Kacang Dua kelinci dan Kacang Garuda serta perbandingan kedua produk tersebut menurut kelompok kami.